admin Oktober 10, 2017

Ketika usia semakin bertambah, anak-anak dan mengalami masa dimana ia menginginkan sesuatu dan tidak bisa mengendalikan emosinya ketika keinginannya tidak dapat dipenuhi, ini disebut tantrum. Usia anak ketika mengalami tantrum sekitar usia 2-4 tahun. Dimana anak merasa bingung untuk melampiaskan emosinya, sehingga anak akan berteriak, menangis, menggerakan badan dengan cepat, memukul, melempar barang, tiduran dilantai dan masih banyak lagi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

foto:pixabay

Tantrum sendiri bukanlah penyakit, tetapi terbentuk dari ketidak mampuan anak untuk mengapresiasikan keinginannya. Penyebabnya bisa dimulai daroi dalam pola didik dikeluarga, seperti selalu memberikan apa yang diinginkannya tanpa ada batasan karena takut anak akan marah dan menangis ketika keinginannya tidak terpenuhi, pola asuh tidak konsisten antara ibu dan ayah. Contohnya ketika ia menginginkan sesuatu, ayahnya menyetujui dan ibunya tidak menyetujui, mendidik anak terlalu keras, sehingga ia memendam kemarahan didalam hatinya, perhatian orang tua yang kurang, orang tua yang selalu membedakan ia dengan saudaranya, orang tua yang selalu memaksakan kehendaknya tanpa menanyakan keinginan anak itu sendiri, maupun rasa lapar atau lelah.

Dengan penyebab diatas dapat dilihat bahwa orangtua memegang peranan penting dalam pertumbuhan anak. Entah dalam pola pikir, tubuh, kesehatan ataupun cara anak bersosialisasi.

Berikut tips mengatasi tantrum pada anak :

  1. Perhatikan dan pelajari apa yang membuat anak menjadi tantrum. Jangan pernah memarahi anak, ketika ia sedang tantrum, karena itu akan membuat anak semakin tertekan.
  2. Orang tua harus tetap tenang dan mampu mengendalikan emosinya.
  3. Alihkan anak ketika dia sedang tantrum tetapi tetap mengawasinya.
  4. Jangan ikuti kemauan anak anda ketika sedang tantrum karena ia akan menggunakan cara yang sama ketika keinginnya tidak terpenuhi.
  5. Jangan berikan harapan palsu atau mengiming-imingkan dengan imbalan untuk menghentikan amarahnya, karena akan membuat anak anda selalu mengharapkan imbalan dari apa yang dia perbuat.
  6. Peluk dia, dan tanya apa yang diingikannya. Sebagai orang tua kita wajib menenangkan hati anak dan memberikan ia pengertian tentang sikap yang baik dan mengajari mereka cara mengungkapkan keinginan mereka dengan cara yang baik. Jika kita hanya membiarkan saja, tanpa memberikan mereka pengertian bahwa apa yang mereka lakukan itu salah, maka semua cara di atas akan sia-sia.

Semoga tips singkat mengatasi tantrum pada anak ini berguna untuk ibu & ayah dan keluarga baru.

(Anya)

 

Leave a comment.

Your email address will not be published. Required fields are marked*